anda disini: Carbon absorption

Carbon absorption

Yaitu proses adsorpsi emas-perak dengan menggunakan karbon aktif
Dalam sianidasi dengan karbon, bijih emas dilumat menjadi bubur dan emasnya dilarutkan dalam larutan sianida. Kemudian ditambahkan karbon aktif untuk mengadsorpsi ion-ion kompleks emas.

Reaksinya :
2Au (CN)2- + Ca2+ + 2C → Ca[C-Au(CN)2]2
2Ag (CN)2- + Ca 2+ + 2C → Ca[C-Ag(CN)2]2

Ada beberapa variasi proses pada karbon adsorption termasuk :
•    Carbon-In-Pulp ( CIP )
•    Carbon-In-Leach ( CIL )
•    Carbon-ln-Column ( CIC )

Karbon aktif dapat digunakan pada larutan kaya yang sudah jernih melalui kolom ( Carbon ln Column-CIC ) maupun pada tangki pelindian, baik itu dengan cara menggantungkan karbon yang terletak pada kantong permeable ( Carbon In Leach-CIL ) maupun dengan mencampurkan karbon aktif langsung pada bubur campuran bijih ( Carbon In Pulp-CIP ).
 
Dengan kemampuan ekstraksi emas berkisar 85 – 98 %, pada umumnya metode CIP dan CIL digunakan untuk biji dengan grade tinggi. Namun ada beberapa kelemahan CIL dibandingkan dengan CIP. Proses CIL cenderung kurang efisien, dalam hal pemulihan emas, dibandingkan konvensional ke leach-rute CIP ( Davidson, 1988 ).  Karbon akan memuat 20 sampai 30% lebih sedikit dibandingkan dengan CIP, yang berarti CIL yang memerlukan yang lebih besar persediaan karbon dalam proses mengikat emas.
 
Proses selanjutnya dilakukan pemisahan emas dari karbon yang dapat dilakukan dengan beberapa cara :

  1. Roasting, membakar karbon yang mengandung emas sehingga yang akan tertinggal berupa abu dan logam emas.  
    Cara ini paling sederhana namun bila terdapat kandungan merkuri dalam karbon tersebut akan menghasilkan asap merkuri yang beracun yang akan membayakan penambang dan lingkungan.

  1. Elution, merupakan proses desorpsi emas-perak dari karbon.

Setelah dilakukan pencucian dengan asam ( Acid wash ) dengan menggunakan HCL 3% dengan temperatur kamar selama 4-5 menit untuk menghilangkan kotoran dan senyawa inorganik seperti CO3 2- ( karbonat ) yang ikut teradsorpsi pada permukaan karbon. Reaksi pencucian dengan asam :
CaCO3 + 2HCl → Ca 2+ + 2Cl - + CO2 + H2O
2Ca[C-Au(CN)2-]2 + 4H + → 2Ca 2+ + 2[C-Au(CN)2-]+ 4HCN

Asam lain juga bisa digunakan missal : HNO3 hanya saja karena lebih oksidatif maka harus di perhatikan benar penggunaannya agar karbon ( C ) tidak teroksidasi menjadi CO2.
Setelah dicuci dengan air bersih, lalu dengan cara merendam karbon ( carbon stripping ) tersebut pada larutan yang mengandung NaOH 3% dan NaCN 3% dan dipanaskan sampai mendekati temperatur didih air ( 80 – 90 oC ) pada tangki baja  ( stainless steel ) selama paling tidak 2 hari untuk melepaskan Au-Ag dari karbon. Reaksi pelepasan Au-Ag :
C-Au(CN)2- + NaCN → Na + +Au (CN)2- +C
C-OH + OH- → C-O- + H2O


 
Larutan hasil proses ini kemudian diolah dengan proses merill crowe di atas atau dengan cara electrowinning. Sedangkan karbon yang masih kasar ( diameter > 1 mm ) dapat digunakan kembali untuk proses penyerapan sampai 5 kali. Lebih dari itu karbon perlu diaktifkan kembali ( reaktivasi karbon ) dengan cara dicuci dengan asam klorat ( HCl ) panas (85  oC) dan dilanjutkan dengan pemanggangan pada temperatur 650 o s/d 750 oC.

 

 

TERIMA KASIH ATAS KEPERCAYAAN ANDA KEPADA KAMI SEMOGA SEMAKIN SUKSES DAN BERJAYA ....